Senin, 29 April 2019

Hukum Beer–Lambert

 

Hukum Beer–Lambert atau Hukum Lambert–Beer adalah rumus yang mendeskripsikan melemahnya intensitas pencahayaan saat melalui suatu medium dengan substansi yang dapat melakukan absorpsi. Intensitas ini bergantung pada konsentrasi substansi yang menyerap cahaya dan ketebalan lapisan. Hukum Beer–Lambert merupakan dasar fotometri modern sebagai metode analisis.

Rumus ekstinsi {\displaystyle E_{\lambda }} (absorptivitas materi untuk cahaya dengan panjang gelombang {\displaystyle \lambda }) adalah sebagai berikut:
{\displaystyle E_{\lambda }=\log _{10}\left({\frac {I_{0}}{I_{1}}}\right)=\varepsilon _{\lambda }\cdot c\cdot d}
  • {\displaystyle I_{0}}: intensitas cahaya yang masuk (satuan: W·m−2)
  • {\displaystyle I_{1}}: intensitas cahaya yang ditransmisikan (satuan: W·m−2)
  • {\displaystyle c}: konsentrasi substansi yang mengabsorpsi di dalam larutan (satuan: mol·l−1)
  • {\displaystyle \varepsilon _{\lambda }}: koefisien atenuasi molar untuk panjang gelombang {\displaystyle \lambda }
  • {\displaystyle d}: ketebalan lapisan yang dilintasi cahaya (satuan: m)
  • berikut adalah video tentang hukum beers 
  • https://youtu.be/ExTRDJQP4Sg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar